Chlorpheniramine Maleate Obat Apa

Maleate 4 mg obat apa?

Alleron 200 Kaplet – Chlorpheniramine Maleate 4 mg – Mengobati Alergi dan Gatal. Alleron adalah obat antihistamin dengan kandungan chlorpheniramine maleate yang digunakan untuk mengobati alergi rhinitis, konjungtivitis, urticaria, gatal-gatal karena gigitan serangga, alergi eksim, dan dermatitis.

Apa efek samping terlalu sering minum obat CTM?

Beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan CTM adalah: Pusing. Mulut, hidung, dan tenggorokan kering. Sembelit.

Termasuk kedalam golongan apakah obat chlorpheniramine maleat?

Berikut adalah keterangan obat Chlorpheniramine Maleate yang sebaiknya diketahui: Golongan: Obat Keras. Kelas terapi: Antihistamin. Kandungan: Chlorpheniramine Maleate 4 mg.

Ctm diminum kapan?

Dosis Obat CTM

Anak usia 6-12 tahun: 1/2 tablet (2 mg), diminum setiap 4-6 jam. Anak usia > 12 tahun dan dewasa: 1 tablet (4 mg), diminum setiap 4-6 jam, maksimal 24 mg/hari.

Kepanjangan dari ctm adalah dan indikasinya apa?

Indikasi chlorpheniramine maleat / CTM, dikenal juga sebagai klorfeniramin maleat, atau klorfenamin maleat, di antaranya untuk rhinitis alergi atau urtikaria.

Apakah CTM termasuk kortikosteroid?

Alleron merupakan merek obat yang mengandung kandunga aktif yaitu chlorpheniramine maleate (CTM). Obat ini tergolong dalam golongan obat antihistamin yang biasa digunakan untuk mengatasi bebrapa reaksi alergi. Dalam hal ini obat tersebut tidak mengandung kortikosteroid.

Berapa lama efek kantuk CTM?

Efek obat biasanya muncul 30 menit - 1 jam. Efek mengantuk dari obat normalnya akan hilang 4-6 jam setelah mengonsumsi obat. Obat CTM dapat dikonsumsi bersama dengan air, susu, ataupun jus. Jangan mengonsumsi alkohol saat mengonsumsi obat ini.

Berapa lama efek tidur CTM?

Namun demikian, CTM akan dieliminasi dari tubuh dalam waktu 12-43 jam, sehingga rasa kantuk yang ditimbulkan setelah konsumsi obat ini bisa bertahan hingga selama waktu tersebut (umumnya lebih singkat karena setelah sebagian besar obat dikeluarkan oleh tubuh, efek sampingnya juga sudah akan berkurang).

Baca Juga :  Apa Itu Bentuk

Kenapa obat Gatal Bikin Ngantuk?

Senyawa antihistamin dalam obat akan mengalir ke otak dan menyebabkan terganggunya kesadaran, sehingga lambat laun menimbulkan rasa kantuk dan susah konsentrasi.

Gatal yang tak kunjung hilang apa penyebabnya?

Penyebab gatal pada kulit yang tak kunjung sembuh bisa merupakan pertanda atau gejala adanya penyakit pada tubuh. Beberapa di antaranya adalah diabetes, penyakit darah, gangguan ginjal, gangguan hati, HIV, dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid).

Apa nama obat gatal?

  • Hydrocortisone. Salep gatal yang mengandung hydrocortisone berfungsi untuk meredakan peradangan.
  • Calamine. Salah satu kandungan yang sering terdapat pada salep gatal ini, biasanya digunakan untuk meredakan rasa gatal, dan ketidaknyamanan akibat iritasi kulit ringan.
  • Crotamiton.
  • Miconazole.
  • Apa obat gatal pada selangkangan?

    Rekomendasi obat salep berikut ini bisa Anda andalkan untuk mengobati iritasi yang disertai ruam dan gatal pada kulit selangkangan, diantaranya:

  • Zoralin.
  • Miconazole Nitrate Krim.
  • Mycoral.
  • Daktarin.
  • Ketoconazole Krim.
  • Kalpanax Salep.
  • ObatChlorpheniramine atau CTM juga merupakan golongan obat yang sama dengan cetirizine, yaitu obat antihistamin, hanya berbeda generasi. Kedua obat ini (CTM dan cetirizine) memang umum diberikan pada orang-orang penderita alergi. Obat CTM ini juga sama-sama menyebabkan kantuk.

    Dosis Obat CTM

    Anak usia 6-12 tahun: 1/2 tablet (2 mg), diminum setiap 4-6 jam. Anak usia > 12 tahun dan dewasa: 1 tablet (4 mg), diminum setiap 4-6 jam, maksimal 24 mg/hari.


    Leave a Reply 0

    Your email address will not be published. Required fields are marked *