Apa Yang Dimaksud Thalasemia

Apa penyebabnya penyakit thalasemia?

Penyebab Thalassemia

Mutasi yang terjadi pada DNA yang membuat hemoglobin pembawa oksigen ke seluruh tubuh merupakan penyebab seseorang bisa mengidap thalassemia. Penyakit ini terjadi akibat kelainan pada faktor genetik, tetapi penyebab pasti mutasi gen ini bisa terjadi belum diketahui.

Bagaimana cara mengetahui thalasemia pada anak?

  • Terhambatnya pertumbuhan tubuh.
  • Perut menjadi bengkak karena pembesaran limpa atau hati.
  • Urine berwarna keruh.
  • Wajah pucat.
  • Kelainan bentuk tulang wajah.
  • Kekurangan sel darah merah/anemia, sehingga membuat napas sesak, tubuh mudah letih dan lesu.
  • Apa itu thalasemia pada anak?

    Thalasemia adalah gangguan kelainan genetik pada sel darah. Penyebab thalasemia pada anak adalah kelainan genetik. Gen yang mengalami kelainan tersebut bermutasi dan menghasilkan komponen sel darah merah. Hal ini menyebabkan sel darah merah terganggu dan mudah rusak.

    Apakah penyakit thalasemia itu berbahaya?

    Penyakit thalasemia dapat menyebabkan komplikasi berupa gangguan tumbuh kembang, kerusakan tulang, hingga penyakit jantung. Selain itu, penanganan thalasemia dengan transfusi berisiko menimbulkan penumpukan zat besi di dalam tubuh penderita.

    Jenis penyakit apa thalasemia?

    Sebelumnya, sudah tahu kan penyakit thalassemia? Thalassemia adalah kelainan darah yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk memproduksi hemoglobin. Nah, kondisi ini yang mengakibatkan anemia sehingga pengidapnya mudah lelah, mengantuk, hingga sesak napas.

    Apakah penyakit thalasemia bisa punya anak?

    Jadi bisa saja pasangan pembawa sifat thalassemia memiliki anak yang menderita thalassemia mayor lebih dari 1 orang. Sedangkan orang pembawa sifat thalassemia menikah dengan orang normal, maka 50 persen kemungkinan memiliki anak pembawa gen thalassemia (thalassemia trait) dan 50 persen normal.

    Apakah penyakit thalasemia bisa menyebabkan kematian?

    Selain itu, thalasemia yang tidak ditangani dengan tepat juga dapat menyebabkan komplikasi, seperti gagal jantung, pertumbuhan yang terhambat, kerusakan pada organ tubuh, gangguan hati, hingga kematian.

    Baca Juga :  Lari Dapat Melatih Kekuatan Otot

    Apakah penyakit thalasemia bisa sembuh total?

    Hingga saat ini, penyakit ini “ belum dapat disembuhkan” dan memiliki komplikasi yang banyak. Pasien Talasemia Mayor membutuhkan transfusi rutin seumur hidupnya agar dapat hidup dan beraktivitas secara normal.

    Mengapa thalasemia banyak diderita oleh anak anak?

    "Thalasemia pada anak sejak bayi disebabkan oleh karena adanya kelainan bawaan yang diturunkan dari kedua orangtua. Bawaan orangtua ini menyebabkan berkurangnya atau tidak diproduksinya rantai globin pembentuk hemoglobin (sel darah merah) sehingga sel darah merah mudah rusak atau berumur pendek," menurut dr. Rosary.

    Berapa hb penderita thalasemia?

    Thalassemia intermedia memiliki kadar Hb yang lebih rendah (berkisar 8-10 g/dL), sehingga tetap memerlukan transfusi darah namun tidak rutin.

    Kapan thalasemia terdeteksi?

    Thalasemia merupakan penyakit yang sebenarnya dapat dideteksi sejak dini. Sejak anak usia empat bulan Penyakit Thalasemia dapat terdeteksi, sehingga untuk pengobatan yang tepat bisa membuat penderita lebih cepat tertangani dengan baik.

    Apakah perbedaan antara penyakit anemia dan penyakit thalasemia?

    "Anemia defisiensi besi disebabkan oleh kekurangan zat besi dan hemoglobin. Sedangkan talasemia merupakan penyakit turunan yang mana bentuk hemoglobinnya tidak beraturan,” kata Dr Khaled El-Ghariani, seorang konsultan hematologi yang berbasis di Rumah Sakit Pendidikan Sheffield Royal Hallamshire.

    Apakah Penyakit thalasemia Bisa Menular?

    Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1994 menunjukkan bahwa jumlah carrier atau orang yang mempunyai gen pembawa thalasemia di seluruh dunia mencapai 4,5%, yaitu sekitar 250 juta orang.

    Bagaimana cara mencegah penyakit anemia?

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Tubuh membutuhkan zat besi untuk proses pembentukan hemoglobin.
  • Kurangi mengonsumsi alkohol.
  • Mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin B12 yang melimpah.
  • Rutin mengonsumsi bahan makanan kaya asam folat.
  • Penuhi kebutuhan vitamin C dalam tubuh.
  • Baca Juga :  Apakah Dermatix Bisa Menghilangkan Bekas Jerawat

    Penyakit apa saja yang membutuhkan transfusi darah?

    Transfusi darah sering kali diperlukan untuk mengatasi berbagai penyakit atau kondisi medis tertentu, seperti:

  • Perdarahan.
  • 2. Anemia.
  • Kelainan darah.
  • 4. Thalasemia.
  • Infeksi dan luka bakar.
  • 6. Kanker.
  • 7. Gagal hati atau ginjal.
  • 8. COVID-19.
  • Apa itu Thalassemia Beta major?

    Thalasemia beta mayor, atau disebut juga dengan anemia Cooley, adalah bentuk yang paling parah. Bayi yang terlahir dengan kondisi ini biasanya akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala pada 2 tahun pertama hidupnya. Gejala yang paling umum dirasakan adalah gejala anemia parah, meliputi: Rasa lelah luar biasa.

    Berikut adalah gejala-gejala anemia parah yang akan dirasakan orang thalasemia berat atau sedang:

  • Kulit dan wajah terlihat pucat.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Nafsu makan menurun.
  • Tubuh sering terasa lelah.
  • Sesak napas.
  • Urine berwarna gelap.
  • Detak jantung tidak beraturan.
  • Kuku terlihat rapuh.
  • Penyakit thalasemia dapat menyebabkan komplikasi berupa gangguan tumbuh kembang, kerusakan tulang, hingga penyakit jantung. Selain itu, penanganan thalasemia dengan transfusi berisiko menimbulkan penumpukan zat besi di dalam tubuh penderita.


    Leave a Reply 0

    Your email address will not be published. Required fields are marked *