Apa Itu Ayan

Apa itu orang ayan?

Penyakit epilepsi atau ayan merupakan kondisi yang dapat menjadikan seseorang mengalami kejang secara berulang. Epilepsi bisa menyerang seseorang ketika terjadinya kerusakan atau perubahan di dalam otak. Di dalam otak manusia terdapat neuron atau sel-sel saraf yang merupakan bagian dari sistem saraf.

Apakah ayan berbahaya?

Komplikasi penyakit epilepsi

Kejang saat berenang bisa menyebabkan tenggelam. Mengalami kecelakaan saat berkendara karena kejang terjadi dan Anda tidak bisa mengendalikan tubuh atau hilang kesadaran. Penyakit ayan yang terjadi selama masa kehamilan dapat menimbulkan bahaya bagi janin dan sang ibu.

Apa yang menyebabkan penyakit ayan?

Penyakit ayan bisa disebabkan adanya kerusakan pada otak. Kondisi otak yang bermasalah seperti adanya tumor atau penyakit stroke dapat memicu terjadinya penyakit ayan. Bagi orang dewasa, mengalami stroke dapat menjadi salah satu penyebab penyakit ayan.

Apa yang dirasakan penderita epilepsi?

Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik yang berlebihan di otak. Hal ini menyebabkan penderitanya mengalami kejang secara berulang pada sebagian atau seluruh tubuh. Seseorang dinyatakan menderita epilepsi jika pernah mengalami kejang lebih dari satu kali tanpa penyebab yang jelas.

Apakah penyakit ayan bisa disembuhkan?

Sayangnya, penderita epilepsi tidak bisa sembuh secara total. Sejauh ini, tidak ada obat yang diketahui dapat menyembuhkan penyakit epilepsi. Meski demikian, ada banyak perawatan dan terapi yang dapat membantu pasien epilepsi untuk mengontrol kejangnya.

Apakah kejang epilepsi bisa menyebabkan kematian?

Kejang pada epilepsi terjadi secara tiba-tiba. Bisa saja seseorang sedang menyetir mobil lalu tiba-tiba kejang. Ini tentu membahayakan karena datangnya kejang tidak bisa diprediksi. Meski jarang terjadi, namun epilepsi bisa menyebabkan kematian.

Baca Juga :  Perut Kembung Kenapa

Apa penyebab epilepsi pada ibu hamil?

Di samping itu, ibu hamil dengan epilepsi juga akan mengalami frekuensi kejang lebih sering. Ini disebabkan aktivitas hormon dan perubahan saat hamil yang dapat memicu serangan epilepsi.

Apakah epilepsi bisa menurun ke anak?

Penelitian lain menyebutkan jika salah satu orang tua mengalami epilepsi, maka resikonya masih di bawah 5%, namun jika kedua orangtua mengalami epilepsi, maka resikonya akan meningkat. Tetapi Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena masih lebih besar kemungkinan tidak menurunnya epilepsi tersebut pada anak Anda.

Menurut dr. Mega, perempuan yang menderita epilepsi masih memiliki peluang untuk hamil. Meski demikian, kehamilan yang terjadi pada seorang penderita epilepsi cenderung memiliki banyak risiko.

Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik yang berlebihan di otak. Hal ini menyebabkan penderitanya mengalami kejang secara berulang pada sebagian atau seluruh tubuh. Seseorang dinyatakan menderita epilepsi jika pernah mengalami kejang lebih dari satu kali tanpa penyebab yang jelas.


Leave a Reply 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *